Selasa, 03 Desember 2019

Untuk Kamu yang Ingin Menjerit

Aku tidak paham mengapa orang tidak bisa terbuka satu dengan yang lainnya,
kenapa ada orang yang tidak bisa bercerita dengan temannya?
kenpaa pula ada orang yang tidak bisa menerima lingkungannya?

Aku dengan mudahnya bercerita semua hal pada temanku, semua permasalahanku, semua hambatan yang aku terima pada hidupku.
Aku tidak paham mengapa orang-orang tidak bisa hidup tanpa beban seperti diriku.

Aku rindu aku yang dulu,
yang bisa bahagia dengan mudah
yang bisa marah kemudian tertawa tumpah
aku rindu aku yang dulu,
yang selalu bertanya kenapa orang tidak bisa bahagia sepertiku
dan sekarang aku iri pada diriku yang dulu, kenapa kau bisa bahagia dengan tanpa ada kepalsuan,

aku yang dulu begitu kuat dan berdiri tertancap, angin apapun dapat aku lewati laksana debu yang bahkan aku tidak tahu bentuknya. aku sekarang juga, kuat dan berdiri tertancap tapi rapuh. aku mudah goyah dengan dengan angin kecil saja. orang mengira aku masih kuat karena tertancap dengan baik, orang kira aku begitu kokoh yang bisa kuat dengan segala tiupan itu.

namun aku ingin berteriak, aku bukan pohon yang tertancap dulu, aku mudah goyah dan butuh tangan-tangan hangat kalian untuk membantuku tetap berdiri karena aku tak mampu lagi menjerit karena label kokoh ternyata tertancap pula di depanku.

ketika tidak ada tangan yang siap membantumu berdiri maka yakinkan pada dirimu sendiri bahwa serapuh apapun kamu, atau bagaimana kamu hendak tumbang, tetap saja kamu adalah kamu yang sama, kamu tetap kuat dengan caramu sendiri, terima kasih untuk tidah tumbang dengan segala tiupan angin itu. terima kasih untuk tetap selalu bertahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

capek

 nggak punya tenaga, capek banget