dipenghujung tahun 2019 adalah saat yang sangat berat untukku..
aku kehilangan kakak-kakak yang selama ini sudah aku anggap kakak kandung sendiri.
perpisahan kita bisa dibilang bukan sesuatu yang baik.
ada yang menghilang kemudian dingin,
ada pula yang memang aku sendiri yang memutuskan untuk jauh.
tahun ini aku banyak kehilangan.
teman, sahabat, kakak dan lingkup pergaulan.
semua sebabnya antara lain karena memang keputusan kami, dia yang pergi, atau aku yang berusaha untuk pergi.
terima kasih untuk tahun mengesankan di 2019.
aku berharap sakit hati ini dapat segera sembuh..
terima kasih untuk hadir mencatat lembaran hidupku yang datar ini..
dari aku yang dulu menyayangi kalian, teman dan kakakku tercinta
Selasa, 31 Desember 2019
Jumat, 20 Desember 2019
Permintaan Maafku untuk Diriku Sendiri
Aku tahu ini tidak adil, bagi aku, bagi kamu, dan bagi situasi pertemanan kita.
aku tidak mau menyalahkan kamu ataupun menyalahkan situasi saat itu. aku hanya ingin menyalahkan diri sendiri yang kalah akan keadaan, yang nggak bisa melawan rasa kecemasan, yang nggak bisa bangkit dari rasa malu dan enggan.
Aku minta maaf pada aku yang telah berubah,
aku minta maaf pada hidupku yang dulu karena tak bisa meneruskannya dengan baik
aku minta maaf pada semua orang di sekitarku karena aku yang tak bisa diandalkan
kenapa aku tidak bisa bilang tidak?
sungguh kehidupan ini rasanya bukan milikku
tubuh dan perasaan ini seperti bukan aku
dan aku ingin kembali ke masa lalu
masa saat aku tersenyum lebar dengan bahu yang tegak.
air mata yang jatuh hanya untuk sesuatu yang penting
bukan jatuh untuk mengasihani diri sendiri
aku sungguh sangat ingin kabur dari sini
aku ingin pergi dari sini
aku tidak ingin di sini
aku ingin bahagia
aku sungguh minta maaf untuk diri sendiri karena tidak bisa menjaga pikiran ini untuk tetap sama seperti dulu
aku sungguh tidak bisa menyuarakan pendapatku bahwa yang kamu lakukan padaku sugguh tidak adil, teman.
aku ingin teriak sekencang-kencangnya di depan wajahmu bahwa aku juga ingin, bahwa bukan kamu saja yang ingin sukses di sini, bukan kamu saja yang ingin menunjukan isi otakmu.
bahwa aku juga punya orang tua yang ingin aku pamerkan atas hasil jerih payah mereka.
aku juga punya orang tua yang tidak ingin aku kecewakan
tapi rasanya kepribadianku merusak segalanya
rasanya semua itu sulit dijangkau
rasanya memang aku yang tidak bisa menggapai keadaan
kenapa aku terus merasa bersalah dan hilang semangat?
kenapa tidak aku buktikan
kenapa aku hanya diam dalam keterpurukan
kenapa aku tidak bisa bangkit
tapi aku sungguh kalah
aku tidak bisa melawan ini
aku benar-benar dalam gelap
aku bukan aku yang dulu
yang bisa tersenyum setiap hari, yang sersisa hanya tangisan dan sakit hati
siapa yang harus aku salahkan atas keadaan ini kalau bukan aku sendiri
atas perbuatan yang aku lakukan sendiri
atas airmata semua ini
Tuhan, aku ingin bahagia..
aku tidak ingin membenci mereka
aku ingin bahagia saat mereka tertawa
tapi aku malah sakit hati,
aku sedih saat mereka tertawa, aku sungguh ingin menangis saat dia tertawa seakan menunjukan betapa lemahnya diriku
aku ingin kuat
apakah aku terlalu banyak keinginan?
mungkin ini sebabnya
aku tidak mau menyalahkan kamu ataupun menyalahkan situasi saat itu. aku hanya ingin menyalahkan diri sendiri yang kalah akan keadaan, yang nggak bisa melawan rasa kecemasan, yang nggak bisa bangkit dari rasa malu dan enggan.
Aku minta maaf pada aku yang telah berubah,
aku minta maaf pada hidupku yang dulu karena tak bisa meneruskannya dengan baik
aku minta maaf pada semua orang di sekitarku karena aku yang tak bisa diandalkan
kenapa aku tidak bisa bilang tidak?
sungguh kehidupan ini rasanya bukan milikku
tubuh dan perasaan ini seperti bukan aku
dan aku ingin kembali ke masa lalu
masa saat aku tersenyum lebar dengan bahu yang tegak.
air mata yang jatuh hanya untuk sesuatu yang penting
bukan jatuh untuk mengasihani diri sendiri
aku sungguh sangat ingin kabur dari sini
aku ingin pergi dari sini
aku tidak ingin di sini
aku ingin bahagia
aku sungguh minta maaf untuk diri sendiri karena tidak bisa menjaga pikiran ini untuk tetap sama seperti dulu
aku sungguh tidak bisa menyuarakan pendapatku bahwa yang kamu lakukan padaku sugguh tidak adil, teman.
aku ingin teriak sekencang-kencangnya di depan wajahmu bahwa aku juga ingin, bahwa bukan kamu saja yang ingin sukses di sini, bukan kamu saja yang ingin menunjukan isi otakmu.
bahwa aku juga punya orang tua yang ingin aku pamerkan atas hasil jerih payah mereka.
aku juga punya orang tua yang tidak ingin aku kecewakan
tapi rasanya kepribadianku merusak segalanya
rasanya semua itu sulit dijangkau
rasanya memang aku yang tidak bisa menggapai keadaan
kenapa aku terus merasa bersalah dan hilang semangat?
kenapa tidak aku buktikan
kenapa aku hanya diam dalam keterpurukan
kenapa aku tidak bisa bangkit
tapi aku sungguh kalah
aku tidak bisa melawan ini
aku benar-benar dalam gelap
aku bukan aku yang dulu
yang bisa tersenyum setiap hari, yang sersisa hanya tangisan dan sakit hati
siapa yang harus aku salahkan atas keadaan ini kalau bukan aku sendiri
atas perbuatan yang aku lakukan sendiri
atas airmata semua ini
Tuhan, aku ingin bahagia..
aku tidak ingin membenci mereka
aku ingin bahagia saat mereka tertawa
tapi aku malah sakit hati,
aku sedih saat mereka tertawa, aku sungguh ingin menangis saat dia tertawa seakan menunjukan betapa lemahnya diriku
aku ingin kuat
apakah aku terlalu banyak keinginan?
mungkin ini sebabnya
Selasa, 03 Desember 2019
Untuk Kamu yang Ingin Menjerit
Aku tidak paham mengapa orang tidak bisa terbuka satu dengan yang lainnya,
kenapa ada orang yang tidak bisa bercerita dengan temannya?
kenpaa pula ada orang yang tidak bisa menerima lingkungannya?
Aku dengan mudahnya bercerita semua hal pada temanku, semua permasalahanku, semua hambatan yang aku terima pada hidupku.
Aku tidak paham mengapa orang-orang tidak bisa hidup tanpa beban seperti diriku.
Aku rindu aku yang dulu,
yang bisa bahagia dengan mudah
yang bisa marah kemudian tertawa tumpah
aku rindu aku yang dulu,
yang selalu bertanya kenapa orang tidak bisa bahagia sepertiku
dan sekarang aku iri pada diriku yang dulu, kenapa kau bisa bahagia dengan tanpa ada kepalsuan,
aku yang dulu begitu kuat dan berdiri tertancap, angin apapun dapat aku lewati laksana debu yang bahkan aku tidak tahu bentuknya. aku sekarang juga, kuat dan berdiri tertancap tapi rapuh. aku mudah goyah dengan dengan angin kecil saja. orang mengira aku masih kuat karena tertancap dengan baik, orang kira aku begitu kokoh yang bisa kuat dengan segala tiupan itu.
namun aku ingin berteriak, aku bukan pohon yang tertancap dulu, aku mudah goyah dan butuh tangan-tangan hangat kalian untuk membantuku tetap berdiri karena aku tak mampu lagi menjerit karena label kokoh ternyata tertancap pula di depanku.
ketika tidak ada tangan yang siap membantumu berdiri maka yakinkan pada dirimu sendiri bahwa serapuh apapun kamu, atau bagaimana kamu hendak tumbang, tetap saja kamu adalah kamu yang sama, kamu tetap kuat dengan caramu sendiri, terima kasih untuk tidah tumbang dengan segala tiupan angin itu. terima kasih untuk tetap selalu bertahan
kenapa ada orang yang tidak bisa bercerita dengan temannya?
kenpaa pula ada orang yang tidak bisa menerima lingkungannya?
Aku dengan mudahnya bercerita semua hal pada temanku, semua permasalahanku, semua hambatan yang aku terima pada hidupku.
Aku tidak paham mengapa orang-orang tidak bisa hidup tanpa beban seperti diriku.
Aku rindu aku yang dulu,
yang bisa bahagia dengan mudah
yang bisa marah kemudian tertawa tumpah
aku rindu aku yang dulu,
yang selalu bertanya kenapa orang tidak bisa bahagia sepertiku
dan sekarang aku iri pada diriku yang dulu, kenapa kau bisa bahagia dengan tanpa ada kepalsuan,
aku yang dulu begitu kuat dan berdiri tertancap, angin apapun dapat aku lewati laksana debu yang bahkan aku tidak tahu bentuknya. aku sekarang juga, kuat dan berdiri tertancap tapi rapuh. aku mudah goyah dengan dengan angin kecil saja. orang mengira aku masih kuat karena tertancap dengan baik, orang kira aku begitu kokoh yang bisa kuat dengan segala tiupan itu.
namun aku ingin berteriak, aku bukan pohon yang tertancap dulu, aku mudah goyah dan butuh tangan-tangan hangat kalian untuk membantuku tetap berdiri karena aku tak mampu lagi menjerit karena label kokoh ternyata tertancap pula di depanku.
ketika tidak ada tangan yang siap membantumu berdiri maka yakinkan pada dirimu sendiri bahwa serapuh apapun kamu, atau bagaimana kamu hendak tumbang, tetap saja kamu adalah kamu yang sama, kamu tetap kuat dengan caramu sendiri, terima kasih untuk tidah tumbang dengan segala tiupan angin itu. terima kasih untuk tetap selalu bertahan
Langganan:
Postingan (Atom)
capek
nggak punya tenaga, capek banget
-
Beberapa waktu lalu aku melihat sebuah google drive berisi dokumen seseorang yang telah meninggal dunia karena bunuh diri, dokumen tersebut...
-
Yeayy..akhirnya punya blog sendiri. Bisa mulai posting-posting tulisan deh sekarang. Salam kenal & enjoy yahh temans,
-
Jika dilahirkan kembali apakah aku masih tetap diharapkan oleh orangtuaku? apakah masih ada harapan yang tersisa untuk aku memilih bahagia?...