Sabtu, 28 Januari 2023

Pergi

 Pernah lelah sekali hingga rasanya kepergian adalah satu satunya cara menyelesaikan masalah?

aku berpikir seperti itu setiap hari.

semakin kupikirkan semakin aku lelah, tidak kupikirkan pun aku masih terus memikirkannya.

sebagai umat beragama yang cukup memegang ajaran agama sebagai pedoman hidup, aku tau pasti apa yang aku pikirkan dan aku rencanakan di dalam kepala ini merupakan dosa yang sangat besar. Maka dari itu aku menyimpan ketakutan yang sangat besar akan kematian, aku takut pada akhirnya setelah kematian itu datang bukan ketenangan yang kudapat, namun siksa neraka. Karena apa yang kulakukan sebagai pelarian ini tidak ada yang mengarah kepada hal yang baik. 

Aku sangat lelah, benar benar lelah. Aku lelah membohongi diri bahwa aku tidak lelah. Aku benar-benar ingin semua usai saja. Bahkan mengatakan bahwa aku lelah juga menakutkan bagiku, takut orang akan mengatakan bahwa apa yang aku rasakan belum cukup untuk mengeluh, bahwa aku tidak seharusnya mengeluh. Hidupku masih bisa berjalan dan ini bukan apa-apa, masih banyak keluarga yang lebih hancur dan mereka tidak apa-apa. Aku seharusnya tidak mengeluh sebesar ini dan berharap ini cepat usai. Bahwa kepergianku tidak sepadan dengan yang kurasakan selama ini, aku harusnya bersyukur.

Tapi, aku sering memikirkan jika saja aku tidak lahir ke dunia ini. Aku seharusnya tidak menyanggupi pertanyaan malaikat saat ruh ku di tiupkan saat berumur 4 bulan di dalam kandungan. Kehadiranku sepertinya hanya penghalang bagi semua orang.

Jika aku pergi sekarang apakah ibu dan bapakku mempunyai kehidupan yang lebih baik? aku tahu bahwa alasan mereka bersama adalah aku dan aku egois berharap mereka terus bersama padahal setiap harinya saling menyakiti perasaan masing-masing.

Jika aku pergi sekarang, apakah mereka akan menemukan kebahagiaannya? tidak saling mendendam atau merasa terkekang. Aku adalah penjara bagi mereka, aku sangat berharap mereka bebas dariku.

Aku harap semua selesai secepatnya.

Aku sungguh menyayangi mereka. Maaf aku sudah egois terlalu lama.

Selasa, 10 Januari 2023

Lahir kembali

 Jika dilahirkan kembali apakah aku masih tetap diharapkan oleh orangtuaku?

apakah masih ada harapan yang tersisa untuk aku memilih bahagia? atau menjadi bahagia bagi orang lain?

setidaknya di kehidupan sekarang masih adakah kesempatanku untuk tidak mengecewakan semua orang?

adakah kesempatan bagiku setidaknya satu kali menentukan keputusan yang benar?


jika diberi kesempatan mungkin aku akan memilih untuk lenyap saja, menjadi beban semua orang bukan hidup yang patut dipertahankan.

jika semua makhluk punya manfaat dan alasan hidup, sepertinya ada yang lahir memang tidak berguna sepertiku, seperti kertas lusuh yang tidak terpakai, seperti makanan yang busuk sebelum diolah.

Semakin dipikirkan, aku semakin membenci diriku sendiri

Percaya Diri

 Terlalu percaya diri memang tidak baik, namun siapa yang akan mencintai aku selain aku sendiri?

Mulai saat ini aku tidak akan menyangkal bahwa aku mencintai diriku sendiri.

Dahulu aku akan menyangkal bila sedang bercermin kalau aku cantik, tapi sekarang aku akan menerimanya. Tidak akan ada orang yang akan dengan tulus mengatakan bahwa aku cantik selain diriku sendiri. Tidak akan ada orang yang akan dengan sangat baik menghibur diriku selain diriku sendiri. Tidak akan ada orang yang akan membenci diriku sendiri selain aku.


Maka dari itu aku akan mencintai diriku sebaik aku membenci diriku sendiri.

capek

 nggak punya tenaga, capek banget