Aku tahu ini tidak adil, bagi aku, bagi kamu, dan bagi situasi pertemanan kita.
aku tidak mau menyalahkan kamu ataupun menyalahkan situasi saat itu. aku hanya ingin menyalahkan diri sendiri yang kalah akan keadaan, yang nggak bisa melawan rasa kecemasan, yang nggak bisa bangkit dari rasa malu dan enggan.
Aku minta maaf pada aku yang telah berubah,
aku minta maaf pada hidupku yang dulu karena tak bisa meneruskannya dengan baik
aku minta maaf pada semua orang di sekitarku karena aku yang tak bisa diandalkan
kenapa aku tidak bisa bilang tidak?
sungguh kehidupan ini rasanya bukan milikku
tubuh dan perasaan ini seperti bukan aku
dan aku ingin kembali ke masa lalu
masa saat aku tersenyum lebar dengan bahu yang tegak.
air mata yang jatuh hanya untuk sesuatu yang penting
bukan jatuh untuk mengasihani diri sendiri
aku sungguh sangat ingin kabur dari sini
aku ingin pergi dari sini
aku tidak ingin di sini
aku ingin bahagia
aku sungguh minta maaf untuk diri sendiri karena tidak bisa menjaga pikiran ini untuk tetap sama seperti dulu
aku sungguh tidak bisa menyuarakan pendapatku bahwa yang kamu lakukan padaku sugguh tidak adil, teman.
aku ingin teriak sekencang-kencangnya di depan wajahmu bahwa aku juga ingin, bahwa bukan kamu saja yang ingin sukses di sini, bukan kamu saja yang ingin menunjukan isi otakmu.
bahwa aku juga punya orang tua yang ingin aku pamerkan atas hasil jerih payah mereka.
aku juga punya orang tua yang tidak ingin aku kecewakan
tapi rasanya kepribadianku merusak segalanya
rasanya semua itu sulit dijangkau
rasanya memang aku yang tidak bisa menggapai keadaan
kenapa aku terus merasa bersalah dan hilang semangat?
kenapa tidak aku buktikan
kenapa aku hanya diam dalam keterpurukan
kenapa aku tidak bisa bangkit
tapi aku sungguh kalah
aku tidak bisa melawan ini
aku benar-benar dalam gelap
aku bukan aku yang dulu
yang bisa tersenyum setiap hari, yang sersisa hanya tangisan dan sakit hati
siapa yang harus aku salahkan atas keadaan ini kalau bukan aku sendiri
atas perbuatan yang aku lakukan sendiri
atas airmata semua ini
Tuhan, aku ingin bahagia..
aku tidak ingin membenci mereka
aku ingin bahagia saat mereka tertawa
tapi aku malah sakit hati,
aku sedih saat mereka tertawa, aku sungguh ingin menangis saat dia tertawa seakan menunjukan betapa lemahnya diriku
aku ingin kuat
apakah aku terlalu banyak keinginan?
mungkin ini sebabnya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
capek
nggak punya tenaga, capek banget
-
Beberapa waktu lalu aku melihat sebuah google drive berisi dokumen seseorang yang telah meninggal dunia karena bunuh diri, dokumen tersebut...
-
Yeayy..akhirnya punya blog sendiri. Bisa mulai posting-posting tulisan deh sekarang. Salam kenal & enjoy yahh temans,
-
Jika dilahirkan kembali apakah aku masih tetap diharapkan oleh orangtuaku? apakah masih ada harapan yang tersisa untuk aku memilih bahagia?...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar