Minggu, 12 Maret 2023

Harap

 Aku tidak mengharapkan ada seseorang yang datang menolongku.

Harapan itu sudah lama hilang, jadi aku berhenti berharap.

Aku juga sudah berhenti memikirkan masa depan, karena tidak ada apa-apa di sana.

Aku nggak tau harus bagaimana dengan masa sekarang, rasanya sakit setiap hari.

setiap tarikan napasku rasanya perih, memaksaku terus jalan ke luar pintu butuh energi yang sangat besar dan sangat sulit. 

Setiap aku mulai bersyukur pasti ada rasa sakit di dalamnya. Seperti setiap hal yang membuatku bernapas lega pasti ada bom di baliknya.

kapan semua ini selesai?

Sejujurnya

 Sejujurnya jika besok tidak berjalan dengan lancar sepertinya aku bisa saja mati bunuh diri.

Aku sungguh tidak mempunyai semangat untuk mengerjakan skripsi ini, Alasanku untuk tetap mengerjakan juga sudah tidak ada. 

Aku nggak tau harus apa

Apakah besok aku akan baik-baik saja?

Aku takut

Besok aku berangkat sendirian, aku takut.

Aku takut sendirian

Aku harus apa

Siapa yang ada disisiku?

Kenapa kenangan dalam pikiranku semuanya terasa menyakitkan?

Aku nggak tau

Bagaimana ya besok?

Aku nggak mau berangkat ke Jakarta

nggak ada siapa siapa di jalan, nanti aku bagaimana?

Sabtu, 28 Januari 2023

Pergi

 Pernah lelah sekali hingga rasanya kepergian adalah satu satunya cara menyelesaikan masalah?

aku berpikir seperti itu setiap hari.

semakin kupikirkan semakin aku lelah, tidak kupikirkan pun aku masih terus memikirkannya.

sebagai umat beragama yang cukup memegang ajaran agama sebagai pedoman hidup, aku tau pasti apa yang aku pikirkan dan aku rencanakan di dalam kepala ini merupakan dosa yang sangat besar. Maka dari itu aku menyimpan ketakutan yang sangat besar akan kematian, aku takut pada akhirnya setelah kematian itu datang bukan ketenangan yang kudapat, namun siksa neraka. Karena apa yang kulakukan sebagai pelarian ini tidak ada yang mengarah kepada hal yang baik. 

Aku sangat lelah, benar benar lelah. Aku lelah membohongi diri bahwa aku tidak lelah. Aku benar-benar ingin semua usai saja. Bahkan mengatakan bahwa aku lelah juga menakutkan bagiku, takut orang akan mengatakan bahwa apa yang aku rasakan belum cukup untuk mengeluh, bahwa aku tidak seharusnya mengeluh. Hidupku masih bisa berjalan dan ini bukan apa-apa, masih banyak keluarga yang lebih hancur dan mereka tidak apa-apa. Aku seharusnya tidak mengeluh sebesar ini dan berharap ini cepat usai. Bahwa kepergianku tidak sepadan dengan yang kurasakan selama ini, aku harusnya bersyukur.

Tapi, aku sering memikirkan jika saja aku tidak lahir ke dunia ini. Aku seharusnya tidak menyanggupi pertanyaan malaikat saat ruh ku di tiupkan saat berumur 4 bulan di dalam kandungan. Kehadiranku sepertinya hanya penghalang bagi semua orang.

Jika aku pergi sekarang apakah ibu dan bapakku mempunyai kehidupan yang lebih baik? aku tahu bahwa alasan mereka bersama adalah aku dan aku egois berharap mereka terus bersama padahal setiap harinya saling menyakiti perasaan masing-masing.

Jika aku pergi sekarang, apakah mereka akan menemukan kebahagiaannya? tidak saling mendendam atau merasa terkekang. Aku adalah penjara bagi mereka, aku sangat berharap mereka bebas dariku.

Aku harap semua selesai secepatnya.

Aku sungguh menyayangi mereka. Maaf aku sudah egois terlalu lama.

Selasa, 10 Januari 2023

Lahir kembali

 Jika dilahirkan kembali apakah aku masih tetap diharapkan oleh orangtuaku?

apakah masih ada harapan yang tersisa untuk aku memilih bahagia? atau menjadi bahagia bagi orang lain?

setidaknya di kehidupan sekarang masih adakah kesempatanku untuk tidak mengecewakan semua orang?

adakah kesempatan bagiku setidaknya satu kali menentukan keputusan yang benar?


jika diberi kesempatan mungkin aku akan memilih untuk lenyap saja, menjadi beban semua orang bukan hidup yang patut dipertahankan.

jika semua makhluk punya manfaat dan alasan hidup, sepertinya ada yang lahir memang tidak berguna sepertiku, seperti kertas lusuh yang tidak terpakai, seperti makanan yang busuk sebelum diolah.

Semakin dipikirkan, aku semakin membenci diriku sendiri

Percaya Diri

 Terlalu percaya diri memang tidak baik, namun siapa yang akan mencintai aku selain aku sendiri?

Mulai saat ini aku tidak akan menyangkal bahwa aku mencintai diriku sendiri.

Dahulu aku akan menyangkal bila sedang bercermin kalau aku cantik, tapi sekarang aku akan menerimanya. Tidak akan ada orang yang akan dengan tulus mengatakan bahwa aku cantik selain diriku sendiri. Tidak akan ada orang yang akan dengan sangat baik menghibur diriku selain diriku sendiri. Tidak akan ada orang yang akan membenci diriku sendiri selain aku.


Maka dari itu aku akan mencintai diriku sebaik aku membenci diriku sendiri.

Kamis, 22 Desember 2022

Thanks

 Beberapa waktu lalu aku melihat sebuah google drive berisi dokumen seseorang yang telah meninggal dunia karena bunuh diri, dokumen tersebut secara garis besar berisi ucapan terima kasih kepada orang orang yang telah membantu dia untuk tetap hidup hingga itu, selebihnya ungkapan baban hidupnya.

dahulu aku berpikir, mengapa dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya padahal dia dikelilingi oleh orang-orang baik terlepas dari banyak masalah hidupnya. kini aku merasakannya, aku tahu rasanya ingin sekali berterima kasih berkali-kali kepada orang-orang yang sangat berjasa menjadi alasan aku hidup.

maka dari itu unggahan ini aku dedikasikan kepada nama-nama berikut yang banyak sekali kontribusinya dalam hidupku hingga aku bisa bertahan. Saat ini, aku dalam keadaan ingin hidup dan sangat bersyukur atas kesempatan hidup yang Allah berikan saat ini. Aku benar-benar sangat berterima kasih kepada kalian, tulangku yang masih kuat untuk menompang tubuh ini berkat keberadaan kalian.

untuk teman-teman JJXO, penyebutan urutan kalian bukan peringkat seberapa besar aku cinta kalian. aku mencintai kalian sama besarnya. Jadi ku sebutkan menurut urutan abjad ya.

Aini, Deti, Rahmi. Walau aku belum bisa menjadi teman yang sempurna dan seringkali merepotkan kalian aku berterima kasih karena kalian masih tetap setia berada di sini. Bahkan aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpa kalian, rasanya kehadiran kalian alasan utama aku masih di sini.

Caca, teman pertamaku di perkuliahan. Terima kasih sudah hadir saat teman-teman terdekatku di kampus sudah tidak bisa kuajak bicara lagi. 

Dhea, terima kasih telah mengajak aku pergi dari rumah untuk jalan-jalan sekadar datang ke event hewan dan mengenalkan dunia hewan, aku memang sedang butuh itu. Terima kasih.

Maulida, Didah, Yeremita walau melihat kalian sekarang rasanya sangat sesak, tetapi aku masih bersyukur kalian sudah hadir.

Murid-murid TK Rahma Maulina dan KB Nusa Indah IX, terima kasih karena aku jadi merasa dibutuhkan. Untuk Ayunindya, Keyla, Zilla, Ze, Abidzar, Rasen, Bintang, Hamzah, Syaqira, Friska, Nisrina, Salsa, Rania, Najwa, Dika, Ayra, Allya, Alya, Arshaka, Hafidz, dan masih banyak lagi. Mohon maaf bila tidak tersebut, sepertinya kemampuan mengingatku memang sangat buruk. Tapi aku mencintai kalian semua.

Berkali-kali aku ingin mengucapkan rasa syukurku karena aku masih diberi kesempatan untuk hidup. Terima kasih

capek

 nggak punya tenaga, capek banget